Analisis Penerapan Virtual Laboratorium Versus Reality Laboratorium

  • Apid Hapid Maksum Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Yuliarman Saragih Universitas Singaperbangsa Karawang

Abstract

Pembelajaran kimia memiliki kegiatan pembelajaran teori dan praktikum, Infrastruktur laboratorium merupakan bagian yang sering menjadi hambatan utama. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif solusi pada keterbatasan sumberdaya pembelajaran di Perguruan Tinggi khususnya prakikum, Secara  khusus penelitian ini dilakukan untuk menganalisa penerapan virtual laboratorium dan  reality laboratorium dengan metode eksperimental. Hasil analisa dari 15 sampel mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang yang diberikan 7 jenis pertanyaan adalah, penerapan virtual lab dapat mengurangi kesalahan dan kecelakaan kerja saat praktikum, selain itu penerapan virtual lab juga dapat menjadi solusi bagi perguruan tinggi yang memiliki permasalahan dengan fasilitas laboratorium,  namun virtual lab tidak bisa diterapkan secara penuh menggantikan reality lab, hal ini dikarenakan tingkat pengalaman dan keterampilan  praktikan dengan virtual lab tidak sebaik dengan reality lab.  Praktikan tidak secara langsung berinteraksi dengan alat dan bahan kimia, sehingga virtual lab lebih efektif jika diterapkan sebagai praktikum pendahuluan untuk menunjang pemahaman praktikan dalam melakukan praktikum.

References

DAFTAR PUSTAKA
[1] N. Hikmah, N. Saridewi, and S. Agung, “Penerapan Laboratorium Virtual untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa,” EduChemia (Jurnal Kim. dan Pendidikan), vol. 2, no. 2, p. 186, 2017.
[2] F. Tua, M. Panggabean, K. Sihombing, and M. Simorangkir, “KIMIA BERBENTUK VIRTUAL LAB,” no. September, pp. 2010–2013, 2017.
[3] F. Peserta, D. Kelas, X. I. Mia, and S. Makassar, “Penerapan Perangkat Pembelajaran Berbasis Laboratorium Virtual Pada Pencapaian Hasil Belajar,” no. April, pp. 16–22, 2018.
[4] H. Jaya, “Pengembangan Laboratorium Virtual Untuk Virtual Laboratory Development for Practicum and Facilitating Character Education in Vocational High,” Pengemb. Lab. Virtual Untuk Kegiat. Prakt. Dan Memfasilitasi Pendidik. Karakter Di Smk, vol. Vol 2, pp. 81–90, 2012.
[5] J. S. No, “Peranan Praktikum Riil Dan Praktikum Virtual Dalam Membangun Kreatifitas Siswa,” pp. 92–102, 2012.
[6] S. R. Muzana, P. Studi, P. Fisika, U. Abulyatama, and U. Abulyatama, “PENERAPAN LABORATORIUM VIRTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA MATERI RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK SISWA KELAS XII.”
[7] A. Setiawan, A. Suhandi, I. Kaniawati, J. S. No, F. Keguruan, and U. Bengkulu, “Model Higher Order Thinking Virtual Laboratory : Model Praktikum Fisika Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Dan Pemecahan Masalah,” vol. 3, no. 5, 2018.
[8] J. I. Bintaro and T. Kusir, “PENERAPAN E-LEARNING DI PERGURUAN TINGGI Santi Maudiarti Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti,” vol. 32, no. 1, pp. 53–68, 2018.
[9] Ginanjar, A., Sari, W. P., Rahmawati, H., & Dwipriyoko, E. , Metodologi RUP Terhadap Pengolahan Data Nilai Siswa Berbasis Android dan NodeJS. Jurnal TIARSIE, 16(4), 113-120. 2019
Published
2020-06-30
How to Cite
MAKSUM, Apid Hapid; SARAGIH, Yuliarman. Analisis Penerapan Virtual Laboratorium Versus Reality Laboratorium. Jurnal TIARSIE, [S.l.], v. 17, n. 2, p. 47-52, june 2020. ISSN 2623-2391. Available at: <http://jurnalunla.web.id/tiarsie/index.php/tiarsie/article/view/72>. Date accessed: 18 sep. 2020. doi: https://doi.org/10.32816/tiarsie.v17i2.72.