Penerapan Konsep Desain Minimalis pada Perumahan Kelas Menengah di Kota Bandung

Studi Kasus Perumahan Grand Sharon Residence dan Perumahan Giri Mekar Permai, Bandung

  • Rd. Octavia Maryanche Sujana Universitas Langlangbuana

Abstract

Istilah ‘minimalis’ saat ini seringkali dibicarakan dan banyak mempengaruhi sebagaian besar pola pikir masyarakat tentang desain minimalis. Salah satunya adalah desain fasade (bagian muka depan) rumah tinggal minimalis. Fenomena ini ditemukan pada rumah yang dibangun oleh pihak pengembang (developer) perumahan dengan menawarkan konsep desain rumah minimalis sebagai daya tarik jual kepada masyarakat. Permasalahannya adalah pemahaman dan pendekatan yang salah tentang konsep minimalis tersebut sehingga muncul ke khawatiran penerapan yang tidak benar pada objek rumah tersebut. Sehingga timbul pertanyaan umum tentang penerapan tema tersebut apakah sudah diimplementasikan dengan benar atau hanya sekedar “gimmick” semata. Sehingga permasalahan pada penelitian ini difokuskan pada bagaimana penerapan tema desain minimalis pada perumahan kelas menengah yang dibangun oleh pihak developer, khususnya di Kota Bandung. Fenomena ini perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penerapan prinsip minimalisme pada objek studi. Objek studi yang diteliti yaitu membandingkan 2 (dua) perumahan yang menggunakan tema minimalisme dan menampilkannya pada media promosi perumahan seperti spanduk, brosur, atau iklan pada koran. Perumahan dibangun oleh developer, dengan kelas menengah tipe ± 70 (1 lantai) dan tipe ±125 (2 lantai). Keduanya berada di wilayah kota Bandung Timur, dan sudah dihuni beberapa tahun. Penelitian ini berupaya menelusuri dengan pengamatan langsung bagaimana penerapan konsep minimalis tersebut baik dalam desain eksterior (tampak) maupun interior (denah/layout) pada objek studi. Ditelusuri juga bagaimana hubungan konsep minimalisme tersebut dengan konteks iklim setempat (iklim tropis). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang berpijak pada analisis interpretative yang berlandas pada teoritik minimalis. Hasil analisa bedah anatomi bangunan secara rinci dan dengan cara mencocokkan hasil pengamatan langsung pada studi dengan literatur yang berkaitan, terlihat pada bangunan rumah objek studi tidak secara penuh dan konsisten menerapkan atau mengadopsi prinsip arsitektur minimalis. Penerapan yang paling jelas terlihat adalah detail teknis yang sekedarnya. Relasi antara konsep dengan konteks iklim, tidak sepenuhnya sesuai dengan iklim tropis.

References

[1] Asenci Paco, “minimalism Design Source”, Page one, Singapore, 2004.
[2] Konigberger, “Manual of Tropical Housing and Building, London, Logman Group United, 1973.
[3] Kusawatojo, Tjuk, Dkk, “Perumahan dan Permukiman di Indonesia”, Bandung, ITB, 2005.
[4] Lang, J., “creating architecture theory”, Newyork, Van Nostrand Reinhold Company, 1986.
[5] Lippsmeier Georg, “Bangunan Tropis”, Jakarta, Penerbit Erlangga, 1980.
[6] Mangunwijaya, Y.B. “Wastu Citra”, Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama, 1955.
[7] Meyer, James. “Minimalism: Art and Polemics in the Sixties”, British Library, 2001.
[8] Odop, Nistains. “Desain Rumah Minimalis”, Jogyakarta, Medpress, 2008.
[9] Rapoport, Amos. “House Form the Culture”, London, Pretice Hall, 1969.
[10] Salura, purnama. “Arsitektur yang Membodohkan”, Bandung, CSS Publishing, 2010.
[11] Salura, purnama. “Ber-arsitektur, Architecture & Communication”, Bandung, CSS Publishing, 2001.
[12] Sherwood, Roger. “Modern Housing Prototypes”, Cambridge, Harvard Press, 1978.
Sumalyo, Yulianto, “Arsitektur Modern Akhir Abad XIX dan Abad XX”, Yogyakarta, Gadjah Mada University Press, 1999.
Published
2020-03-20
How to Cite
SUJANA, Rd. Octavia Maryanche. Penerapan Konsep Desain Minimalis pada Perumahan Kelas Menengah di Kota Bandung. Jurnal TIARSIE, [S.l.], v. 17, n. 1, p. 19-32, mar. 2020. ISSN 2623-2391. Available at: <http://jurnalunla.web.id/tiarsie/index.php/tiarsie/article/view/76>. Date accessed: 04 aug. 2020. doi: https://doi.org/10.32816/tiarsie.v17i1.76.