Analisis Penggunaan Pasir Giling Leles dan Pasir Galunggung Terhadap Kuat Tekan Beton
Abstract
Beton merupakan bahan konstruksi yang banyak digunakan saat ini. Semakin berkembangnya konstruksi beton saat ini maka harga pasir gunung (agregat halus) semakin mahal, sehingga perlu penggantian pasir gunung untuk mengurangi penggunaan pasir gunung sebagai komponen utama beton tanpa mengurangi spesifikasi. Parameter beton khususnya nilai kuat tekan beton. Sebagai penggantinya yaitu pasir giling, pasir yang dihasilkan dari batu digiling hingga menjadi butiran pasir oleh Stone Crusher.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai kuat tekan beton dengan membandingkan dua jenis pasir yaitu pasir Galunggung dan pasir giling. Penelitian ini juga bertujuan memenuhi kebutuhan agregat halus di wilayah Garut. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Metode ini membuat beberapa variasi, yaitu campuran beton pasir Galunggung sebanyak 9 buah, campuran beton pasir giling sebanyak 9 buah dengan umur beton 7 hari, 21 hari, dan 28 hari. Hasil penelitian uji kuat tekan beton yang diharapkan adalah 20,75 MPa, hasil uji kuat tekan beton menggunakan pasir giling pada hari ke 28 adalah 26,91 MPa, untuk beton menggunakan pasir Galunggung diperoleh nilai pada hari ke 28 adalah 25,02 MPa. Hasil diatas dapat disimpulkan bahwa perbandingan kedua jenis pasir yang diteliti dapat mencapai kekuatan yang diharapkan. Pasir giling Leles bisa digunakan sebagai pengganti pasir dari Gunung Galunggung.
Kata Kunci: Beton, Kuat Tekan, Pasir Giling
References
[2] S. Bachri, “BATU SUNGAI SERAYU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO AGUSTUS 2018,” 2018.
[3] SNI 7656:2012, “Tata Cara Pemilihan Campuran untuk Beton Normal, Beton Berat dan Beton Massa,” Badan Standarisasi Nas., p. 52, 2012.
[4] D. J. C. Karya, “Petunjuk Umum Konstruksi PISEW 2023,” pp. 1–37, 2023.
[5] Badan Standarisasi Nasional, “Sni 03-0691-1996,” Badan Standarisasi Nas., pp. 1–5, 1996.
[6] SNI 03-1968-1990, “Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar,” Sni 03-1968-1990, pp. 1–5, 1990.
[7] SNI 03-1970-1990, “Metode Pengujian Berat Jenis Agregat Halus,” Bandung Badan Standarisasi Indones., pp. 1–17, 1990.
[8] P. Studi, T. Sipil, F. Teknik, S. Dan, and U. I. Indonesia, “PENGARUH PENGGUNANAAN ABU BATU SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN PASIR TERHADAP KUAT TEKAN , KETAHANAN AUS , DAN PENYERAPAN AIR PADA PAVING BLOCK ( THE EFFECT OF THE USE OF STONE ASH AS A PART OF SAND REPLACEMENT ON COMPRESSIVE STRENGTH , WEAR RESISTANCE , AND W,” 2022.
[9] Hestrianto, “BAB II Tinjauan Pustaka BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. 1–64,” Gastron. ecuatoriana y Tur. local., vol. 1, no. 69, pp. 5–24, 2018.
[10] Badan Standardisasi Nasional, “" Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan, Pengenalan dan Pengaplikasian Standar, Pedoman, Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ",” SNI 45132008 Cara uji penetrasi lapangan dengan SPT, vol., no., p. 12, 2008.
[11] N. Noneng Masitoh, Apip, Nedi, Rina, “SILIWANGI Jl . Siliwangi No 24 Kotak Pos 164 Tlp ( 0265 ) 440634 KABUPATEN TASIKMALAYA,” Artik. Lap. Ahir, no. 24, 2015.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.











