Analisis Pemilihan Lokasi Ruang Produksi dan Gudang Penyimpanan Bahan Baku dengan Metode Brown-Gibson untuk Menghindari Risiko Banjir

  • Leni Herdiani Universitas Langlangbuana
  • Gusti Dhio Syaputra Universitas Langlangbuana
  • Roland Y. H. Silitonga Institut Teknologi Harapan Bangsa
  • Florence Suwandi Institut Teknologi Harapan Bangsa

Abstract

Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) adalah lembaga di bawah Kementerian Perindustrian yang bergerak di bidang penelitian, pengujian, sertifikasi, dan kalibrasi. Sering menghadapi masalah banjir di ruang produksi dan gudang saat musim hujan, yang menyebabkan kerusakan bahan baku serta mesin produksi. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan lokasi baru untuk ruang produksi dan gudang penyimpanan guna melindungi aset dan menjaga kelancaran operasi. Metode Brown-Gibson digunakan dalam proses pemilihan lokasi baru. Metode ini menggabungkan faktor objektif dan subjektif dalam pengambilan keputusan, sehingga memberikan solusi optimal berdasarkan berbagai alternatif yang tersedia. Tujuan utama metode ini adalah untuk menentukan lokasi terbaik untuk lokasi pembangunan pabrik baru dengan mempertimbangkan kriteria yang telah ditetapkan, termasuk efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan operasional.

References

[1] Lambert, D.M., & James, R.S. (1993). Strategic Logistics Management. New York: McGraw-Hill
[2] Kartika, L. G. S., Andreawan, I. M. A., & Nugraheni, Y. (2017). Penentuan Lokasi Fasilitas Supply Chain Dengan Metode Gravity Location Models. E-Proceedings KNS&I STIKOM Bali, 425-430.
[3] Wati, P., & Hilyatun, N. (2018). Pengembangan Model Capacitated Maximal Covering Location Problem (CMCLP) Dalam Penentuan Lokasi Pendirian Gudang. Jurnal Teknik Industri, 19:21-27.
[4] Kartika, W., & Helvianto, A. W. (2017). Perbaikan tata letak penyimpanan barang di gudang untuk reduksi jarak tempuh perjalanan material handling. Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, 1(1), 56-70.
[5] Gunawan, K., Nengah Putra, I., Sukandari, B., Suharyo, O. S., & Susilo, A. K. (2018). Location Determination of Logistics Warehouse Facility Using Fuzzy Multi-Criteria Decision Making (FMCDM) Approach in Western Sea Sector of Indonesia. International Journal of Applied Engineering Research, 13(3), 1597–1604.
[6] Oktavia, C. W., Natalia, C., Ratanadewi, S., & Gunawan, S. (2018). Perbandingan Analisis Keputusan dalam Penentuan Lokasi Gudang Angkatan Laut Wilayah Barat. Jurnal Metris, 19(01), 37-50.
[7] Afandy, I. E. D., Waliyudin, I., Fadilah, N., & Marsaoly, Z. S. (2022). Penentuan Lokasi Warehouse Produksi Kandang Burung dengan Menggunakan Metode Gravity Location Models. Bulletin of Applied Industrial Engineering Theory, 3(1).
[8] Ramadani, S. F., Bhawika, G. W., & Baihaqi, I. (2021, May). Objective and Subjective Integration in Distribution Center Location Selection: A Case Study of Battery-electric Motorcycle Sales. In 2nd International Conference on Business and Management of Technology (ICONBMT 2020) (pp. 283-293). Atlantis Press.
[9] Ocampo, L., Genimelo, G. J., Lariosa, J., Guinitaran, R., Borromeo, P. J., Aparente, M. E., Capin, T., & Bongo, M. (2020). Warehouse location selection with TOPSIS group decision-making under different expert priority allocations. Engineering Management in Production and Services, 12(4), 22–39
Published
2024-09-30
How to Cite
HERDIANI, Leni et al. Analisis Pemilihan Lokasi Ruang Produksi dan Gudang Penyimpanan Bahan Baku dengan Metode Brown-Gibson untuk Menghindari Risiko Banjir. Jurnal Tiarsie, [S.l.], v. 21, n. 3, p. 16-30, sep. 2024. ISSN 2623-2391. Available at: <https://jurnalunla.web.id/tiarsie/index.php/tiarsie/article/view/257>. Date accessed: 20 july 2026. doi: https://doi.org/10.32816/tiarsie.v21i3.257.